#SEPIK FRIENDZONE: SEJAUH MANA USAHANYA BOS?

7/04/2014

Dulu saat jaman peralihan dari jahiliyah ke modern gue sempat terjebak keadaan yang mungkin 40% seneng, 50% nyesek, dan 10% bikin lo harus infus pakai kuah pempek. Terjebak di keadaan Timezone Friendzone!. Friendzone itu emang memprihatinkan banget, apalagi kalau lau berharap banget tetapi patner lo sangat nggak berharap banget untuk hubungan yang lebih, lebih panjang, lebih gede,  lebih apanya hayoo..


Friendzone: Friend for FUN :)
Friend for fun :)

"Uyy besok kalau aku ulang tahun ntar kasih bunga mawar yaaa.." Kiki nyeletuk sambil latihan handstand dengan satu jari.

"Haa?" Gue membatu, bukan karena ngakak melihat temen gue tangannya mendadak terpisah-pisah ada yang di kantin dan ada yang di parkiran!. Gue mencoba mencerna kalimat tidak sopan tadi. 

"Serius kasih mawar merah yang banyak, dan aku maksa loh!"

"Kalau gue kasih bunga, gue dapat apa?" Sampai percakapan ini gue mulai menanggapi tawaran sesat dengan serius.

"Ngg__ naunya apa?" 

"Tapi abis itu jadian ya?" Gue setengah setengah serius setengah ngarep.

"Dih, nanti dibayarin main PUMP senilai harga bunga. HAHA" 
"......"

Ternyata gue diajakin main FTV dengan bayaran koin PUMP di Timezone. Sakitnya tuh menusuk sampai ke usus buntu akibat kebanyakan makan mie gemez. Setelah gue pikir-pikir Timezone dan friendzone itu sama. Timezone time for FUN Friendzone friend for FUN. Kuman!.

Pada hari H ulang tahun kiki gue ngasih apa yang dia minta, didepan kelas saat pulang sekolah. Gue ngasih bunga karena bakal dibayarin main PUMP melainkan karena gue cukup care sama kiki dan stuck diposisi saat itu. yap Friend for FUN.

"Ehh, ki ini buat kamu_" Gue memberi bunga mawar merah merekah kayak bibirnya monyet kalimantan yang sedang mengunyah sirih.

"Emhh_" Dia senyum senyum kayak daun putri malu dijauhin taik gajah.. 

"......" Gue cuman bisa diam, untungnya nggak ngaceng. 

Ada yang berfikir nggak sih mengubah status LDR menjadi kearah yang lebih?. Buat orang yang dari awal berniat mendekati tapi malah terjebak LDR mungkin ngebet banget, udah kayak titit nahan pipis sambil berdiri. 

Tapi buat kalian yang dari awal sebagai teman dan berakibat jadi suka karena mengikuti paham "Witing tresno jalaran soko kulino" yang berarti Tresno suka sama kulino. EH! Bukan!! artinya "Tumbuh cinta karena terbiasa" entah terbiasa makan bareng, ngerjain tugas bareng, travelling bareng sampai mandi bareng pas dulu masih balita. 

Terkadang gue kepikiran, kalau kita kenalan sama orang dan nggak ada yang bener-bener klik kenapa sih nggak ngeubah status Friendzone menjadi Timezone biar berasa bermain dengan asik. Ngaco, maksud gue kenapa nggak mencoba terbuka sama temen lo agar nggak tejadi "Friend for FUN" diantara kalian.

Alasan terkuat kenapa orang bertahan jadi friendzone menurut gue adalah ketakutan kalau putus nggak jadi temen lagi, terus kalau ditolak nggak temenan lagi, dan emang nggak pengen. Nah, LAU MASUK GOLONGAN YANG MANA? 

Takut putus dan nggak temenan lagi
Belum dijalani kok mikir putus, kalau gue sih nggak mikir takut putus sebuah hubungan itu lebih penting kenyamannan menjalani bersama daripada cuman status. Apalah arti status punya pacar tapi terganggu nggak nyaman? Mending jomblo tapi temen  banyak yang bikin kita nyaman dan asik dan nggak kelihatan jomblo. 

Takut ditolak
Ada beberapa oknum tersangka yang nggak mau mengubah dari friendzone menjadi pacaran karena itu oknum tadi menolak keras sambil pasang kuda-kuda, kudanya belum diberi makan jadinya kejang-kejang kelaparan. Bayangin kalau dijauhi teman dekat akibat salah langkah kita? sakitnya tuh kayak lambung kena maag dikasih Promag, woww.. adem_

Nggak pengen
Kalau ini merupakan golongan penikmat Friendzone, Friend For FUN!

Terus sampai mana usahanya sejauh ini bos? 
Sebelum melanjutkan niat mengubah status friendzone coba dulu melihat apa sejauh ini usaha yang lo lakuin, apakah sudah cukup buat partner "bermain" yakin menjalani kondisi baru dalam kehidupan Prett.. 

Gue sih memilih menikmati dan menjalani kalau misalnya terjebak situasi genting tersebut sambil mengatur strategi wkwk..

Dan menurut gue yang terpenting bukan soal status, melainkan jalannya sebuah proses antara kedua belah pihak sama-sama merasa nyaman tanpa gangguan macam jaringan telefon rumah. Kuman!

Okelah sekian post dari gue.. Nikmatin dan selamat berjuang kawan.

You Might Also Like

11 Komentar

  1. itu judulnya typo ^^

    friendzone ya? dinikmati aja, kalo berakhir luka ya dihadapi lah.

    BalasHapus
  2. selama bisa sama-sama menikmati keadaan,,, gue kira ngga masalah :D

    BalasHapus
  3. Friend for fun ----- Cari amannya aja lah. (-_-")

    BalasHapus
  4. Hahaha iya nih. Cari nyamannya aja. Tapi pasti ada salah satu pihak yang sedih diem-diem.

    BalasHapus
  5. mau masuk golongan yang mana yaaa?? haha

    BalasHapus
  6. Daripada friendzone, sih, gue lebih suka nyebutnya Friend with benefits. Hehehe.

    Dan... gue sering. #lol

    BalasHapus
  7. saya mau mengucapkan salam kenal aja ya mas, pendatang baru ni :D

    BalasHapus
  8. haha terjebak friendzone itu emang keadaan agak nyesek,,di nikmati aja lah sambil berusaha juga siapa tau,,ehm iya kan :)

    BalasHapus

"Baca tanpa komentar itu kurang lengkap seperti hati orang jomblo" :p

Jadi berkomentarlah bebas, Kritik dan saran sangat diperlukan. Asal gak SARA dan jangan ANONIM yak, nggak usah ngasih link blog, pasti dibuka kok blog kamu :))